TPM Curiga Penyebar SMS Teror Oknum Aparat

Artikel berikut mencakup topik yang baru saja pindah ke tengah panggung - setidaknya tampaknya begitu. Jika Anda sudah berpikir Anda perlu tahu lebih banyak tentang hal itu, inilah kesempatan Anda.
JAKARTA - Tim Pengacara Muslim (TPM) menilai teror bom yang beredar via pesan singkat (SMS) hanyalah isapan jempol belaka. Karenanya tidak perlu disikapi secara berlebihan.

Dalam kaitan ini TPM curiga pelakunya justru aparat sendiri. œJangan-jangan malah oknum aparat sendiri yang punya dendam kepada Baasyir. Tapi itu kan cuma isu, gak perlu panik, kata anggota TPM Mahendradatta kepada okezone, Sabtu (11/6/2011).

Jika fakta
Anda out-of-date, bagaimana yang mempengaruhi tindakan dan keputusan? Pastikan Anda tidak membiarkan slip
informasi penting oleh Anda.

Menurut dia, sepanjang sejarah teror bom di Indonesia, tidak pernah benar-benar terjadi peledakan bom yang diawali dengan teror atau pemberitahuan. Sebaliknya, peledakan bom selalu terjadi dalam kondisi diam-diam, tanpa perkiraan apalagi pemberitahuan awal.

œDari bom Bali sampai hari ini, tidak pernah pakai ribut-ribut. Kalau pakai ribut-ribut malah enggak benar terjadi, masak mau pasang bom bilang-bilang, ungkapnya.

Kendati demikian, Mahendradatta berharap, pelaku SMS teror ini bisa ditemukan dan diproses secara hukum. Pasalnya, tindakannya ini dia nilai meresahkan masyarakat. Pagi tadi beredar luas SMS ancaman bom yang dikirim dari nomor 082123552496. Berikut isi SMS-nya.

œAsslm. Wahai singa2 Tauhid Indonesi apersiapkan mental, fisik & silah yg kalian punya. Utk Jihad Global yg dilaksanakan di PN Jaksel 16 Juni 11. Kami telah memasang 36 peledak di seluruh Indonesia, yg akan meledak bersamaan ketukan palu hakim yg menghakimi Ust Abu Bakar Basyir. Sebarkan berita gembira ini.
(ful)

Saya berharap bahwa membaca informasi di atas adalah menyenangkan dan pendidikan untuk Anda. Anda proses pembelajaran harus berlangsung - semakin Anda memahami tentang subjek apapun, semakin Anda akan dapat berbagi dengan orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar