Mendagri: 122 Daerah Telah Laksanakan Pilkada 2010

In today's world, it seems that almost any topic is open for debate. While I was gathering facts for this article, I was quite surprised to find some of the issues I thought were settled are actually still being openly discussed.

Metrotvnews.com, Padang: Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyebutkan sudah 122 daerah di Indonesia yang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pemilukada) sampai pertengahan 2010, termasuk dengan 14 pemilukada serentak di Sumatra Barat.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menyampaikan hal ini setelah menggunakan hak suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) VI Jati Baru, Padang Timur, pada pemilihan calon gubernur-wakil gubernur Sumbar periode 2010-2015, Rabu (30/6).

Gamawan Fauzi berkunjung ke Sumbar untuk melihat langsung penyelenggaraan pilkada serentak Sumbar, 13 kabupaten/kota dan pemilihan gubernur-wakil gubernur, sekaligus menggunakan hak pilih bersama anggota keluarganya.

Mantan gubernur Sumbar itu menjelaskan, pilkada di Indonesia pada 2010 seluruhnya berjumlah 244, jadi 50 persen daerah sudah menyelenggarakannya. Sebanyak 40 Surat Keputusan (SK) bupati/wali kota hasil pemilukada yang ditandatangani.

Those of you not familiar with the latest on news now have at least a basic understanding. But there's more to come.

Ia menambahkan, dari 122 pilkada yang telah diselenggarakan, 10 di antaranya hasilnya digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menyinggung faktor pemicu terjadi konflik pemilukada pada sejumlah daerah pada 2010, menurut Mendagri, pertama karena faktor ketidaksiapan pihak-pihak yang bersaing untuk menerima kemenangan dan kekalahan. Ketidaksiapan itu, baik pada pasangan calon maupun tim pendukung sehingga memunculkan berbagai protes-protes, katanya.

Faktor lain pemicu komflik pemilukada, kata Mendagri, memang ada orang-orang yang ingin sengaja mencederai praktik penyelenggaraan pilkada sehingga memicu konflik. Karena itulah Kemdagri menurunkan tim untuk memantau langsung penyelenggaraan, dan pemetaan titik potensi rawan pilkada di Sumbar.

Hal yang sama dilakukan tim setiap pemilukada di sejumlah daerah sehingga bisa dilakukan kajian faktor-faktor pemicu kerawanan.

Sebanyak 14 daerah di Sumbar melangsungkan pemilukada pada 30 Juni 2010, meliputi Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Tanah Datar, Limapuluh Kota, Sijunjung, Dharmasraya. Selanjutnya, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, dan dua pemilihan pasangan wali kota-wakil wali kota, yakni Kota Solok dan Bukittinggi, plus pemilihan gubernur-wakil gubernur.

Warga Sumbar yang disahkan masuk dalam Daftar Pemilihan Tetap (DPT) pilkada tercatat 3.319.459 orang, terdiri atas 1.627.724 laki-laki dan 1.691.735 perempuan tersebar pada 10.956 TPS di 19 kabupaten/kota.(Ant/BEY)

There's a lot to understand about news. We were able to provide you with some of the facts above, but there is still plenty more to write about in subsequent articles.

Tips Sederhana Kontrol Privasi Anak di Internet

So what is news really all about? The following report includes some fascinating information about news--info you can use, not just the old stuff they used to tell you.

Metrotvnews.com: Menghadapi era digital yang berkembang dengan pesat ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan orang tua karena akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Pertama, teknologi yang berkembang dengan pesat. Kedua, anak-anak lebih cepat mengetahui banyak hal dibandingkan orang tua. Ketiga, pemberian keteladanan dari orang tua. Sayangnya, dengan keterbatasan waktu faktor pertama dan kedua akan lebih dominan.

Meski demikian, tidak berarti Anda boleh mengabaikan faktor ketiga. Luangkan waktu di sela kesibukan untuk memberi arahan dan teladan bagi anak. Sebagai contoh yang mudah adalah pengaturan privasi. Bantu anak memahami pengaturan privasi di layanan online. Sampaikanlah dengan cara sederhana, sampai anak paham. Sebagai pedoman, tiga hal berikut penting untuk disampaikan kepada anak.

1. Batasi hanya untuk temannya saja

Sampaikan pada anak untuk membatasi pengaturan privasinya hanya sebatas pada teman-temannya saja. Dengan begitu, hanya teman-temannya sajalah yang bisa melihat profil anak Anda, termasuk foto, video ataupun aplikasi lainnya.

How can you put a limit on learning more? The next section may contain that one little bit of wisdom that changes everything.

2. Jaga informasi pribadi

Saat mengisi informasi diri, ajarkan anak untuk memilah informasi yang masuk kategori pribadi atau rahasia, biarkan kolomnya dikosongkan saja. Anak tidak perlu mengisikan nomor telepon atau alamat mereka secara detil. Isian-isian ini sifatnya opsional, sehingga tidak wajib diisi saat membuat akun di layanan online seperti Facebook misalnya.

3. Jangan biarkan informasi anak menyebar

Jika anak tidak membatasi siapa yang bisa mengakses informasi terkait dirinya, data pribadinya bisa menyebar. Sarankan anak Anda untuk mengabaikan permintaan informasi pribadi mereka oleh pihak yang tidak dikenal, meskipun dengan iming-iming hadiah dan sebagainya. Sarankan juga untuk tidak mengaktifkan fitur pencarian otomatis melalui situs pencarian, seperti Google.

Ketiga hal di atas terbilang sederhana, tapi penting untuk disampaikan pada anak Anda. Karena saat ini mereka sedang berkembang di tengah-tengah keterbukaan informasi. Mereka harus paham bagaimana melindungi privasi dan berpikir ulang sebelum menyebarluaskan informasi pribadi kepada publik. (Sumber: http://www.commonsensemedia.org/DOR)

It never hurts to be well-informed with the latest on news. Compare what you've learned here to future articles so that you can stay alert to changes in the area of news.